Kata nabi saw, tafakkur sejam lebih baik dari ibadah sunnah enam
puluh tahun. Ya jelas lebih baik. Wong hasil tafakkur bisa menghasilkan
teknologi yang manfaatnya untuk manusia bisa sampai ratusan tahun bahkan
lebih. Masalahnya, tafakkur ini bukan melamun dan berpikir yang hanya
menghasilkan kata 'subhanallah' saja. Bukan itu.
Tafakkur adalah
penelitian, membuat karya ilmiah lalu menghasilkan penemuan. Lahirlah
teknologi transportasi, lahirnya ilmu kedokteran, lahirlah teknologi
pertanian, lahirlah teknologi informasi, lahirlah fisika quantum,
lahirlah astronomi, statistika. Dalam ilmu sosial, lahirlah ilmu
sejarah, lahirlah antropologi, lahirlah ekonomi, lahirlah sosiologi,
lahirlah filologi dan terus dan terus berkembang. Dan kemanfaatannya
sangat jelas. Sedang ibadah sunnah enam puluh tahun itu bermanfaat cukup
untuk diri sendiri.
Dan
sayang sungguh sayang ini tidak diperhatikan oleh orang Islam sendiri.
Jadi kalau NKRI mayoritas muslim namun minder, kalah dan merasa sebagai
umat terbaik maka salah satu penyebabnya adalah masalah di atas. Tak
perlu mengutuk umat lain. Cukup mengutuk diri sendiri yang tak berdaya.
Dan penelitian harus dimulai dari banyak-banyak membaca. Kata
al-Qur'an, Iqra! Sekali lagi sayang sekali, perintah ini lagi-lagi tak
banyak dilakukan. Jika yang asas ini saja jarang dilaksanakan, maka tak
ada penelitian, tak ada membuat tulisan, menerbitkan buku, menghasilkan
temuan-temuan mutakhir untuk kemanusiaan.
Tugas penting di atas
justru diambil oleh yang non muslim yang oleh sebagian orang Islam
dihina dengan sebutan kafir. Padahal dari mereka, umat Islam bisa
memakai listrik, bisa memakai laptop, hp, mobil, komputer, dan akhirnya
bisa membaca tulisan ini via facebook. Seharusnya malu kepada mereka
yang memberi manfaat kepada orang Islam dan malu kepada diri sendiri
karena sudah mengaku muslim tapi belum melaksanakan perintah iqra' dan
tak mampu bahkan tak mengerti cara tafakkur.
Tuesday, July 5, 2016
5 Juli 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment