Tuesday, July 5, 2016

5 Juli 2016

Kata nabi saw, tafakkur sejam lebih baik dari ibadah sunnah enam puluh tahun. Ya jelas lebih baik. Wong hasil tafakkur bisa menghasilkan teknologi yang manfaatnya untuk manusia bisa sampai ratusan tahun bahkan lebih. Masalahnya, tafakkur ini bukan melamun dan berpikir yang hanya menghasilkan kata 'subhanallah' saja. Bukan itu.

Tafakkur adalah penelitian, membuat karya ilmiah lalu menghasilkan penemuan. Lahirlah teknologi transportasi, lahirnya ilmu kedokteran, lahirlah teknologi pertanian, lahirlah teknologi informasi, lahirlah fisika quantum, lahirlah astronomi, statistika. Dalam ilmu sosial, lahirlah ilmu sejarah, lahirlah antropologi, lahirlah ekonomi, lahirlah sosiologi, lahirlah filologi dan terus dan terus berkembang. Dan kemanfaatannya sangat jelas. Sedang ibadah sunnah enam puluh tahun itu bermanfaat cukup untuk diri sendiri.

Dan sayang sungguh sayang ini tidak diperhatikan oleh orang Islam sendiri. Jadi kalau NKRI mayoritas muslim namun minder, kalah dan merasa sebagai umat terbaik maka salah satu penyebabnya adalah masalah di atas. Tak perlu mengutuk umat lain. Cukup mengutuk diri sendiri yang tak berdaya.

Dan penelitian harus dimulai dari banyak-banyak membaca. Kata al-Qur'an, Iqra! Sekali lagi sayang sekali, perintah ini lagi-lagi tak banyak dilakukan. Jika yang asas ini saja jarang dilaksanakan, maka tak ada penelitian, tak ada membuat tulisan, menerbitkan buku, menghasilkan temuan-temuan mutakhir untuk kemanusiaan.

Tugas penting di atas justru diambil oleh yang non muslim yang oleh sebagian orang Islam dihina dengan sebutan kafir. Padahal dari mereka, umat Islam bisa memakai listrik, bisa memakai laptop, hp, mobil, komputer, dan akhirnya bisa membaca tulisan ini via facebook. Seharusnya malu kepada mereka yang memberi manfaat kepada orang Islam dan malu kepada diri sendiri karena sudah mengaku muslim tapi belum melaksanakan perintah iqra' dan tak mampu bahkan tak mengerti cara tafakkur.

No comments:

Post a Comment