Tentang Portugal yang menjuarai Euro, dalam Arus Balik, masyarakat
Nusantara menyebut Portugal dengan Peranggi. Negara ini penjajah kelas
dunia waktu itu. Tak ada yang bisa menang melawannya karena memiliki
senjata tercanggih di masanya, Meriam (diambil dari kata Maryam, ibu Isa
as). Mental menjajah dan superiornya juga berpengaruh besar dalam
menguasai dunia. Karena semua bangsa kalah oleh Portugal, masyarakat
Jawa ada yang menyebut bangsa Portugal sebagai Lelananging Jagad.
Peranggi datang ke Nusantara saat Majapahit sudah tiada karena sudah
pecah jadi kerajaan-kerajaan kecil. Salah satunya adalah Kadipaten Tuban
dibawah penguasaan Adipati Arya Teja, ayahnya Sunan Kalijaga. Waktu itu
di sana adalah salah satu pelabuhan penting untuk kepentingan
Ekspor-Impor. Peranggi ingin menyerangnya juga. Berkat bantuan begundal
peranakan Arab-Spanyol yang mengaku sebagai cucu nabi Muhammad saw
bernama Sayyid Habibullah Al-Masawa, (kata orang Jawa Ulasasa) yang
pandai bersilat lidah hingga mendapat kepercayaan jadi Syahbandar Tuban,
sedikit demi sedikit Tuban terkikis. Begitu pula kerajaan-kerajaan
sebelum dan sesudahnya. Malaka dan Maluku yang luluh lantak oleh
Portugal. Mereka kalah karena ulah Ulasawa yang licik ini. Demi
keuntungan pribadi, dia membocorkan rahasia kerajaan. Selain itu,
caranya adalah membisiki penguasa agar penyerangan penjajah ini tidak
dilawan dengan senjata dan strategi perang. Malah dia bilang, "Negeri
ini diberkahi. Insya Allah selamat. Akan dijaga Tuhan."
Bagaimana bisa
menang, senjata kok hanya dilawan dengan doa. Model pemikiran fatalis
yang diajarkan oleh Ulasawa ini sampai sekarang masih hidup dan
berkembang. Betapa neokolonialis
membuat NKRI tak berdaya. Namun bukan pengetahuan untuk melawannya.
Sunday, July 10, 2016
10 Juli 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment