Sunday, January 24, 2016

DI RUMAH SAJA


Sabtu, 23 Januari 2016

Hidup di kampung bagi orang yang dihinggapi jiwa individualis adalah hal yang penuh dengan tekanan. Apalagi individualis yang sudah menjadi parasit lajang. Ada banyak norma yang berlaku dimana semuanya adalah untuk hidup rukun dengan tetangga atau apalah itu namanya. Sedang aku sendiri tak akan melakukan apapun kalau itu bukan karena pilihanku yang didasarkan pada nafsu dan akalku.

Menjadi seorang parasit takkan pernah benar-benar nyaman. Segala aktifitas yang dilakukan tidak akan pernah bisa dilakukan dengan sepenuh hati. Mau melakukan apapun akan dipenuhi dengan pertimbangan. Pilihan yang tepat sebenarnya adalah keluar rumah dan pergi entah kemana sambil membawa laptop dan buku secukupnya.

Tapi mau kemana?

Mau ke Suci dengan uang pas-pasan adalah pilihan yang tak tepat. Mau ke Jombang juga belum waktunya. Ke rumah mbak juga akan begitu-begitu saja. Pilihan terbaik adalah pergi ke Blitar. Aku bisa melakukan banyak hal di sana tanpa berpikir akan kehabisan bekal atau apa. Menghabiskan banyak waktu di pojok kantor Inkafa sambil membuka laptop adalah pilihan yang baik. Namun aku terpikir bagaimana jika yang di Gresik mencariku? Apa yang dicari dariku? Untuk kepentingan apa? Majalah? Bukan waktunya lagi memikirkan majalah. Semua bisa kugarap dari manapun.

No comments:

Post a Comment