Sunday, October 12, 2014

MENDIDIK YANG BAGAIMANA?

Ahad, 12 Oktober 2014

Kutemukan lagi pecahan-pecahan sejarah yang selama ini membuat penasaran. Tinggal merangkumnya dalam tulisan. Seperti terjadi sebuah dialektika pemikiran dalam otakku. Sungguh mengasyikkan.
Beberapa minggu aku merasa bahwa metode belajar harus dikembalikan sebagaimana dalam kitab ta;lim muta’aallim, adabul alim walmuta’allim dan kitab metode belajar cara ulama. Aku merasa sistem yang ada dalam pendidikan sekolah sudah sekuler, salah dan harus dikembalikan pada teori masa lalu. Yakni Syaikh Az Zarnuji yang hidup pada sekitar abad 12. 
Kesimpulan yang kuambil didasar pada beberapa sejarah yang kuanggap akurat kebenarannya dimulai dari ceramah Agus Sunyoto, Buku Atlas Walisongo, dialog Ma’iyahan Cak Nun dan Sabrang dan sumber lainnya. Lalu sekarang aku masih ragu terus bertanya bagaimana jika sudah masuk ke dalm ranah praksis. Sampai sekarang.
Pada intinya yang menjadi kegelisahanku adalah apa penyebab utama kebodohan manusia abad ini sehingga kalah jauh dibandingkan dengan para ilmuwan pada abad pertengahan yang minim fasilitas. Ironis.
Apa benar kita harus meniru metode barat dalam belajar? Atau mempertahankan konsep belajar dalam kitab ta’lim?? Akhir-akhir ini aku tertarik dengan kehebatan Barat dalam mengkaji ilmu. Tapi bukankah metodenya juga didapatkan dari Islam pada abad 12 sebegaimana dalam buku Sejarah Tuhan? Tapi bagaimana metode belajar Al Kindi dan generasi berikutnya?
Belum juga kutemukan buku sejarah yang menjawab pertanyaanku. Bahkan profesor di kampusku belum bisa memastikan. Apa mungkin metodenya seperti yang ada dalam novel Ibnu Sina?

No comments:

Post a Comment