Tuesday, October 16, 2012

SABTU, 13 OKTOBER 2012

Pengabdianku ternyata digaji cukup besar. 800 ribu. Nampaknya jika gaji ini bertahan, aku bisa menikah tahun depan. Ya, menikah dengan adikku yang lucu. Nurul Azizah. Dia sudah mulai merasakan getaran di hatinya. Kukira semua ini karena perhatian, canda dan caraku berkomunikasi dengannya. Sejak awal aku sudah menentukan pilihan padanya untuk menjdi istriku, bukan jadi pacar atau inspirasi. Tugas yang kuemban selama pengabdian harus bisa kuatur dengan baik. Sebab banyak waktu yang kubutuhkan untuk menyelesaikan buku kumpulan cerpen santri, majalah, lajnah falakiyah, lajnah bahsul masail dan pengabdian tak resmi lain. Semuanya akan kulakukan dengan senang hati. Mudah-mudahan dibantu Allah. Kuharap aku bisa ikhlas dengan semua ini. Terkadang aku merasa orang-orang di samping kanan kiriku merasa tak enak denganku. Tapi itu semua kutepis sebab ada bisikan lain yang mengatakan kalau semua itu hanya perasaanku saja. Asal aku berbuat baik untuk semua, insya Allah tak ada apa-apa. Kenikmatan dan ketenangan kurasakan di sini. Aku berkumpul dengan sebuah tempat yang bertradisi ibadah yang kuat. Aku dapat mengikutinya, mengalir tanpa beban. Jauh dibanding ketika aku kuliah. Apa ini jawaban atas doaku dulu. Aku ingin hidup selamanya di pesantren. Selamanya sampai mati. Aku teringat kata ustadzku bahwa orang mati dalam keadaan menuntut ilmu adalah mati syahid. Dan aku setiap hari mencari ilmu.

No comments:

Post a Comment