Tuesday, October 16, 2012

KAMIS, 27 SEPTEMBER 2012

Pagi ini naluriku untuk menulis lebih besar dibanding membaca. Banyak novel yang kudownload kemarin tapi baru sedikit yang kubaca. Aku harus puasa beli novel sebab aku tak bisa mendapat uang seperti saat masih kuliah dulu. Namun itu bukan berarti aku harus berhenti membaca. Ada banyak cara untuk bisa terus membaca. Ada yang ingin kutulis hari ini. Tentang seragam sekolah. Sampai hari ini aku belum tahu tujuan penggunaan seragam. Apakah hanya sekedar untuk wujud dari solidaritas dan loyalitas atau untuk kedisiplinan, atau untuk menghindari pamer pakaian atau untuk kebanggaan. Jika hal itu penting, apakah harus mengabaikan belajar yang santai menyenangkan tanpa berseragam. Di kelas, aku pernah menanyai murid apakah suka tak berseragam saat belajar, sekitar 98% menjawab ya. Pikiran negatifku mengatakan kalau seragam, dari baju, sabuk dan kaos kaki adalah 'bisnis sampingan' guru. Pikiranku terlalu negatif terhadap kenyataan itu. Semoga semua itu tak benar, sekalipun benar tidak banyak yang melakukannya. Lalu masalah sepatu. Sampai saat ini aku tak bisa nyaman menggunakannya. Terlalu ribet bagi orang desa sepertiku. Jika belajar, baik di kelas maupun di luar kelas, tanpa sepatu lebih baik. Semoga hanya aku yang berpikiran kampungan seperti ini. Sampai saat ini aku masih berpikir akan membuktikan kepada orang banyak bahwa aku bisa menjadi orang besar tanpa kuliah tinggi. Bukan bermaksud untuk sombong. Aku hanya ingin orang-orang tahu kalau belajar itu melebihi kuliah itu sendiri. Fakta membuktikan banyak orang yang disebut pelajar malas belajar tapi bangga jika mendapat gelar sekalipun ilmunya pas-pasan.

No comments:

Post a Comment