Wednesday, March 14, 2012

SABTU, 18 FEBRUARI 2012

Liburan di Semarang lebih bebas. Kamar yang biasanya dihuni 13 orang, kini hanya ada empat orang. Mau baca, nulis, dengar musik maupun tidur terserah tak ada yang menganggu. Di kamar juga ada laptop teman-teman yang bisa kupinjam untuk menulis atau online internet. Tidur panjang di setiap saat tak ada beban, beda dengan di rumah. Ada rikuh terhadap orang tua jika tak ada kerjaan. Rasa malas di rumah lebih terasa dibanding di sini. Dalam hal membaca dan menulis, waktuku lebih banyak dibanding di rumah sebab ada satu godaan sepel yang susah dihindari selain tidur. TV. Hanya saja, kalau liburan seperti ini, uang cepat habis. Tiap hari harus makan di warung. Di rumah, makan gratis. Uangku juga semakin menipis. Mungkin tanggal 21 atau tanggal 22 aku akan pulang lagi. Tadi aku sempat membaca postingan status bang Firdaus di grup FB CSS MoRA IAIN. Bukan bangga karena pujiannya terhadap Farabi, malah terasa ada beban moral. Kegiatan-kegiatan yang ada di pikiran harus segera dilaksanakan. Pembuatan Perpustakaan, Penerbitan buku dan ide terbaru tentang BMT. Aku hanya bisa berdoa sebab kerja belum bisa dilaksanakan maksimal dalam kondisi liburan seperti ini. Tadi tetanggaku mengirimku pesan singkat. Dia guru yang mengajariku rebana. Sudah lama aku tak berjumpa. Beberapa minggu lalu dia menghubungiku lewat FB. Tiba-tiba saja dia bertanya apakah aku sudah punya calon. Kujawab belum. Dugaanku dia mau menjodohkanku. Dan ternyata benar. Tadi dia menunjukkanku nama santri putrinya yang sudah lulus SMA tahun lalu. Dia ingin aku ikut berjuang di desanya. Salah satu jalan yang dipikirkannya adalah dengan menjodohkanku. Aku belum sreg. Masih banyak keinginan-keinginanku yang belum tercapai. Jika aku mensegerakan menikah, bagaimana dengan keinginanku ke Eropa?

No comments:

Post a Comment