Kemarin aku bertemu dengan presiden Bem IAIN di warung. Dia bertanya padaku,"Puasa Dalail kang?" kubilang tidak. "Puasa Dawud?" kujawab Insya Allah. Lalu kubalas tanya dia. Jawabannya tak memuaskan. Malah menghindari jawaban jujur.
Lalu dia menceramahiku saat berbuka bersama di warung. Dia bicara tentang amaliyah puasa Dawud dan menganjurkanku untuk minta ijazah pada seorang Kiai di Kaliwungu. Aku hany berpikir kenapa gerangan amalan yang sudah jelas digambarkan Allah dalam Quran maupun hadis harus juga diperantarakan lewat ulama. Kemudian kiai itu memberi bacaan-bacaan khusus bagi pengamal puasa. Bukannya sudah jelas bahwa Allah menggambrkan tata cara berdoa yang baik dalam surat fatihah. Pada intinya manusia puasa untuk taqorrub ila Alah. Persoalan amalan-amalan tambahan dalam ibadah sunnah bagiku itu hanya hasil ijtihad saja. Bukan subtantif
Monday, September 12, 2011
SABTU, 10 SEPTEMBER 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment