Monday, September 5, 2011

JUMAT, 2 SEPTEMBER 2011

Setelah belasan tahun, akhirnya tadi aku kembali lagi bisa silaturrahim di Laren. Banyak yang tak lagi mengenalku. Aku lebih banyak diam di sana. Bertemu dengan orang-orang yang pernah menggendongku, meminangku dan memanjakanku saat kecil. Sayang aku tak hafal nama mereka.
Saat aku mengunjungi rumah bibi, sempat tersingkap rahasia yang sampai saat ini kebenarannya masih belum bisa kupastikan. Seorang bibi bilang," Ini Rizal yang ditinggal pergi Ali, bapaknya saat masih dalam kandungan," apakah aku tak salah dengar? entahlah. Lalu dia berkata lagi,"Belum pernah ketemu bapakmu, Zal?" kujawab, belum. "Yang sabar, ya. Entah kemana perginya bapakmu. Rambutmu juga keriting sama seperti mbak dan bapakmu," Apa yang sebenarnya terjadi saat aku masih dalam kandungan. Siapa sebenarnya bapak kandungku.
Aku membayangkan betapa kejamnya seorang Ali meninggalkan ibuku saat masih mengandungku dan memiliki anak satu yang sudah masuk SD. Aku tak tahu bagaimana emakku bisa bersabar ditinggal suaminya pergi. Cerita berlanjut dengan pernikahan emak dengan bapakku sekarang. Hingga ku terlahir saat bapak bukan lagi Ali. Siapa sebenarnya ayah biologisku? Jika memang lelaki bernama Ali, kemana dia pergi sekarang. Hingga belasan tahun tak pulang dan tak peduli dengan kondisi anaknya.
Aku patut berterima kasih pada bapakku sekarang. Dengan penuh kasih sayang membiayaiku hingga besar meski dengan cara yang kasar. Aku juga punya empat adik yang berbeda sama sekali denganku baik dari segi fisik maupun mental.
Namun aku terkadang kasihan dengan emakku yang beberapa kali dimarahi bapakku yang sedang emosi. Bahkan pernah sampai parah. Aku menjadi saksi kekerasan bapakku yang sekarang. Semoga emakku bisa sabar. Suami pertamanya sampai sekarang pergi entah kemana. Suami sekarang dengan kekurangan dan kelebihannya harus bisa diterima dengan baik.
Statusku yang masih belum jelas. Aku masih belum tahu siapa sebenarnya ayah biologisku. Tak ada yang bercerita padaku.
Aku teringat saat masih kecil sering diajak kabur emakku ke Laren. Jika emaaku dikasari bapak, Emak lari ke Laren. Dulu aku tak tahu kenapa harus ke Laren. Baru tadi aku berpikir. Emak pernah menjadi penduduk sana cukup lama hingga punya anak satu dan mengandungku. Kuberharap semua ini akan terungkap. Lalu aku akan mencari Ali.

No comments:

Post a Comment