SENIN, 23 FEBRUARI 2015
Download Dragon Ball mulai episode awal. Baru sadar ternyata Son Goku jadi hebat, selain karena terlahir dari suku Saiya juga disebabkan latihan keras dan keberaniannya menghadapi lawan-lawannya.
Dia seorang yatim piatu, ditinggal mati kakek angkatnya sejak kecil. Kondisi itulah yang mengajarinya untuk lebih semangat mengarungi hari bersama alam asal bisa bertahan hidup.
Jalan hidupnya berubah ketika bertemu Bulma, gadis cerdas dan pemberani yang menguasai teknologi canggih. Dari sini petualangan dimulai.
Di tengah perjalanan, banyak lawan yang akhirnya jadi kawan. Mulai dari Yamca sampai dengan Piccolo. Bahkan saat mengalahkan Buu, ia berdoa agar ada manusia baik yang terlahir dengan kekuatan seperti Buu.
Sedang anaknya, Gohan dibesarkan dalam kondisi orang tua yang cukup memanjakannya, tidak sekeras bapaknya. Untung 'diculik' Piccolo dan dibuang di pulau agar bisa survive.
Yang lebih parah lagi generasi Goten, sudah suka bergaya dan tidak serajin Goku dalam berlatih. Dia mengikuti life style zamannya hampir sama dengan kondisi sekarang.
Harus diakui pula, kehebatan Goku sampai akhirnya jadi petarung nomor wahid sejagat raya juga disebabkan kerendahan hati. Jauh berbeda dengan Vegeta yang congkak, merasa lebih hebat. Kenyatannya pada akhirnya dia tidak bisa mewujudkan obsesinya untuk mengalahkan Goku.
Jadi, kehebatan Goku itu melalui proses panjang dan keras. Tidak instan. Itu berlaku untuk kita juga.
No comments:
Post a Comment