Sunday, August 5, 2012

SENIN, 2 JULI 2012

Meski dalam mimpi, bersalaman dengan Kiai Buchin, Kiai Arifin Dan Kiai Fahmi sangat terasa. Sentuhan tangan dan aroma wangi tangan orang-orang yang dekat Allah itu menenangkan kalbu. Kumasih ingat perbincangan singka yang terjadi dalam mimpiku. "Neg ono waktu, nango omah," begitu ucap Kiai Buchin. Ada apa gerangan dengan mimpi ini, kuharap pertanda baik untukku demi melangkah ke jalan yang lebih berarti, meninggalkan tindakan dan pikiran yang tak berguna. Seperti wanita misal. Aku harus lebih maksimal lagi mengatur jalan pengabdian ini untuk lebih berani dan mantap. Siapkah aku menanggun semua konsekwensi ini? Hanya gusti Allah yang menjagaku.

No comments:

Post a Comment