Kebijakan ngalor-ngidul yang diterapkan kampus nampak saat akhir-akhir pendaftaran munaqasah. Lagi-lagi mahasiswa jadi korban. Seandainya aku adalah salah satu mahasiswa yang sudah punya niat kuat untuk lulus kemungkinan aku tak akan diam menjadi penonton. Hafalan juz 30, ujian kelayakan dan macam-macam kebijakan lain membuat mahasiswa kelabakan untuk memenuhi syarat-syarat tersebut. Termasuk aku. Keadaan semacam ini membuatku tak ingin melanjutkan kuliah lagi. Aku tak mau jadi korban penjajahan pemikiran, dituntut ini dan itu dengan alasan akademik. Tanpa kuliah pun aku bisa belajar, menulis dan berbuat sesuatu yang lebih. Dan itu lebih baik dibanding hanya jadi mahasiswa S2 yang hanya untuk mengejar gelar akademik tanpa memperhitungkan kualitas. Tashihun niyyah memang penting. Benar Kiaiku. Memperbarui niat dalam semua hal sangat penting. Aku bisa merasakan dan mengalami sendiri betapa aku akhirnya "terjegal" di tengah jalan saat melakukan hal yang menurutku bermanfaat. Cukuplah niat yang salah menjadi pelajaran berharga buatku. Untuk ke depan, prgram kerja hidup harus didesain dengan baik dan dengan niat yang baik pula. Lillahi ta'ala. Semoga Allah memberiku istiqamah. Jagalah hati!!!
No comments:
Post a Comment