Wednesday, November 30, 2011

RABU, 23 NOVEMBER 2011

Aku bahagia hari ini. Akhir-akhir ini agenda KKN mendapatkan apresiasi dari penduduk setempat. Tapi bukan itu yang buatku sangat senang. Hidayah. Ya, gadis mawar putih yang meresponku. Awalnya aku meragukannya. Sikapnya yang diam saat berjumpa denganku ternyata sangat terbuka ketika berbicara dalam telpon. Apalagi saat sms. Meski dia sudah punya kekasih, aku tak gentar untuk terus mendekatinya. Dia juga biasa-biasa saja saat kudekati.
Dua hari lalu, saat pengajian umum, aku menggodainya lewat sms sambil sesekali meliriknya. Kulihat dia tersipu-sipu saat aku mencandainya. Aku sangat percaya diri malam itu karena sambutanku dalam pengajian cukup baik meski tertatih-tatih saat bicara. Kata Hidayah, isinya berbobot. Terlebih saat pak Kades mengungkapkan kehebatan tim KKN kami. Aku terharu. Barangkali hanya tim KKN ku yang mendapatkan apresiasi besar dari warga.
Aku ingin menceritakan kemarin saat menghadiri acara di Gogik. Program unggulannya tidak unggul menurutku. Menghabiskan dana banyak tapi hanya bisa membuat acara peresmian Madrasah Diniyah saja. Rektor dan upati yang dijadwalkan hadir, ternyata tak datang. Tak semua tamu mendapat konsumsi padahal mendapat uang seberas lima juta. Jika dibandingkan dengan pengajian di poskoku, aku masih memilih pengajian. Semua peserta mendapat snack dan makan. Kalau bukan karena bantuan masyarakat, baik dari segi konsumsi, tratak, panggung, kursi, semuanya ditanggung bersama. Jadi tim KKN tak menghabiskan banyak dana.
Kembali ke Hidayah. Aku menyebutnya mawar putih karena tadi aku ingin memberinya bunga mawar berwarna putih di depan rumah pak RT. Dia sedang sakit tapi mash menyempatkan hadir dalam acara perpisahan dengan remaja. Akhirnya aku bisa berbicara lama dengannya. Meski dia sudah punya kekash, tak apa jika aku hanya menjadi sahabat atau belahan jiwanya. Semoga malam ini aku berjumpa lagi dalam mimpi.

No comments:

Post a Comment