Tadi pagi kukirim sms kepada seorang gadis desa bernama Hidayah. Kukatakan niatku untuk menelponnya. Tapi malah dia yang menelponku. Ada kenyamanan yang kurasakan saat berbicara dengannya. Dia menceritakan tentang dirinya bahkan kekasihnya. Aku setia mendengarnya meski ada sebersit kecemburuan dalam hati. Tanpa alasan jelas, ternyata aku mengaguminya. Entah apanya yang kukagumi.
Kemarin aku sempat berada dalam satu majlis ta'lim dengannya. Saat itu aku berada di tempat Ustadz sedang dia bersama santri-santri lain sedang mendengarkanku dan ustazd. Mungkin karena keGe-eran, kulihat dia melirikku beberapa kali hingga mataku pun sempat menangkap lirikannya. Wajahnya manis dan tampilannya kalem apa adanya. Benar-benar gadis desa yang natural. Lalu apakah aku jatuh cinta padanya? Tidak. Tak semudah itu aku mencintai.
Tadi aku berbicara cukup lama di telpon. Sungguh di luar dugaan, ternyata dia seusia denganku. Hidayah kelahiran 1990 sepertiku. Karena kehabisan bahasan, aku menanyainya tentang lagu-lagu yang disukainya. Dia terkaget saat dia tahu aku bisa menyanyikan lagu Romance kesukaannya. Sempat dia bilang, ternyata ada orang lain yang menyukai romance selain aku.
Wednesday, November 30, 2011
RABU, 16 OKTOBER 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment