Wednesday, November 30, 2011

MINGGU, 20 NOPEMBER 2011

Nampak ada gap batin teman-temanku KKN. Ada dua kelompok. Sifat teman-teman memang berbeda-beda. Terutama kalangan perempuan yang membuat kelompok. Aku tak mau ikut campur. Biar saja mereka memperkeruh keadaan. Mungkin akan jadi sebuah pelajaran.
Posisiku menjadi kordes memang mengakibatkan aku beberapa kali dicerca. Bagaimana tidak, aku belum bisa kerja semau dan seenak hati karena aku dipilih menjadi kordes karena keterpaksaan. Bukan keinginan. Hina saja aku, kelihatan sekali kalau penghina-penghina itu bodoh dan pelupa akan sejarah.
Orang yang awalnya kuhormati akhirnya juga kuanggap biasa-biasa saja karena kerjanya sesekali tampak untuk pendekatannya kepada cewek. Aku akhirnya bingung sendiri. Sebenarnya mana yang baik antara kedua kelompok. Kelompok pertama bisa akrab dan membaur dengan masyarakat desa satunya sibuk bekerja sesuai program yang diusulkannya. Ikut kelompok manakah aku? Agak cenderung pada kelompok pertama karena kelompok kedua bagiku agak aneh saja. Diantaranya ada perempuan yang sudah kubenci sejak awal. Lalu laki-laki yang sedang mendekati (mungkin jatuh cinta) perempuan itu. Akhir-akhir ini datang perempuan lain yang bersekongkol. Malah dengan berani dia mengatakan padaku," Kau ini tak tegas!" Aku hanya diam mendengarnya. Hanya saja aku membatin," Apakah dia tak tahu bagaimana posisiku dulu? dipaksa dengan halus untuk jadi kordes. Sementara masih banyak yang lebih tua dan berpengalaman dariku. Perempuan aneh!" Dan jika aku sudah benci dengan seseorang, melihat wajahnya pun, aku muak.
Sudahlah, itu hanya warna-warni kehidupan KKN. Mungkin aku harus mempercantik warnanya dengan mengingat-ingat Hidayah. Dengan sopan, halus dan santun bahkan berbahasa kromo inggil, dia meminta maaf padaku lantaran membuka memory foto di hapeku."Maaf, Mas. aku membuka memory photo padahal aku hanya izin untuk baca cerpen. Aku benar-benar minta maaf," kurang lebih begitulah permintaan maafnya. Betapa menjaga diri seorang Hidayah. Sayang dia sudah mesra dan romantis dengan lelakinya.

No comments:

Post a Comment