Sholat idul Adha, aku malah asyik tidur di kamar meremehkan amal ibadah sunnah tersebut. Tadi malam memang melelahkan sehingga aku merasa tidurku tadi pagi adalah wajar. Takbir keliling yang menggemparkan desa diadakan oleh tim KKN. Sangat memuaskan. Akhirnya kami menorehkan sejarah baru di desa Jatijajar.
Target peserta sekitar 300 orang. Di luar prediksi, yang ikut lima ratusan. Semua bertakbir Allahu akbar allahu akbar allahu akbar walillahil hamd. Dari kecil hingga dewasa mengikuti rangkaian takbir keliling. Warga dusun Saren, Kabonan, Begajah, Senden dan Jajar secara berurutan dan tertata sesuai dusun berjalan dari Kebonan, Senden, Begajah, Saren, Jajar dan kembali ke Saren dengan membagikan door prize.
Tanpa sepengetahuanku, sebagai seorang kordes, teman-teman di posko membuat 50 an hadiah yang dikemas menarik. Meski isinya murahan, anak kecil tetap semangat dan menunggu-nunggu nomor undiannya disebut agar dia bisa mendapat hadiah. Teman-teman sempat kewalahan mengatur dan merapikan anak-anak. Emosiku hampir tumpah saat tahu anak-anak buat ulah. Namun aku masih bisa meredam.
Secara umum, acara takbiran sukses. Campur tangan Tuhan sangat berandil besar dalam kesuksesan acara. Bagaimana tidak, hari-hari sebelum malam takbiran, hujan terus mengguyur desa Jatijajar. Bahkan tadi juga hujan. Allahu akbar. Peran kedua adalah komitmen kerja teman-teman KKN dibantu rekan-rekan pemuda Saren yang membantu persiapan perlengkapan.
Akibat acara semalam, terjalinlah hubungan antara asatizd tiap-tiap dusun. Selama ini dewan asatidz belum ada komunikasi dan pemerataan. Dusun Begajah yang baru mengalami masa transisi kurang mendapat perhatian. Sedang lainnya sudah sangat bagus. Semoga dengan agenda semalam lahir komunikasi dan care antar TPQ. Kalimat terakhir untuk acar semalam adalah. Aku bersyukur masih bisa menahan deru air mata di kelopak mata. Allahu Akbar.
Tuesday, November 15, 2011
MINGGU, 6 nopember 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment