Saturday, October 15, 2016

Sunan Rajeg

Dalam Arus Balik, pada abad enam belas, selain ada begundal asing yang menamakan Habib Sayyid Al Masawa, ada juga sosok yang mendaku diri dengan Sunan Rajeg. Keduanya hidup di masa yang sama dan di daerah yang sama, Tuban. Keduanya juga sama-sama orang asing yang mencari penghidupan di bumi Nusantara. Secara politik, keduanya bermusuhan walaupun agamanya sama. Sebab Sunan Rajeg dulunya adalah kepala bandar Tuban yang diresuffle Tumenggung Wilwatikta (Raja Tuban, ayah Sunan Kalijaga) kemudian diganti Habib Almasawa. Tentang Al Masawa ini pernah kuceritakan di status beberapa bulan yang lalu.

Tahukah apa yang dilakukan Sunan Rajeg?

Dia menghimpun kekuatan untuk melawan Demak sebab kata dia, Demak tidak pantas menyebut diri sebagai kerajaan Islam karena kurang islami. Sedangkan islam yang sebenarnya adalah ajaran Sunan Rajeg.

Sunan Rajeg membangun kekuatan dengan memanfaatkan kefasihanna berbicara Islam di saat agama pra Islam masih mayoritas. Dia pun memiliki banyak pengikut. Mereka suka mengkafir-kafirkan orang di luar kelompoknya.

Untuk menunjukkan dirinya lebih Islam, salah satu caranya adalah pakaiannya dan para pengikutnya putih-putih dan bersorban pula. Siapa pun yang mau sowan, harus dipaksa masuk Islam dulu, termasuk dua tawanan asal Portugis, Esteban dan Rodriguez. Keduanya dimanfaatkan untuk membuat Meriam, senjata paling canggih di dunia saat itu

Hingga suatu ketika dia dianggap sebagai pemberontak kerajaan dan ditumpas pasukan yang dipimpin Wiranggaleng yang asli Jawa. Sungguh kasihan nasibnya. Belum sampai ke Demak, sudah dihabisi di Tuban.


No comments:

Post a Comment