Jika dalam Kingsman ada Richmond Valentine
(Samuel L. Jackson) dan dalam Ghost Protocol ada Kurt Hendricks (Michael
Nyqvist), maka dalam Inferno ada Bertrand Zobrist (Ben Afflect). Ketiga tokoh
dalam film ini memiliki kesamaan. Adalah bahwa mereka menganggap bahwa
pertumbuhan populasi manusia sudah berlebihan sehingga sebagian besar manusia
yang mereka anggap tak berguna harus dimusnahkan dengan menggunakan senjata
futuristik. Mereka adalah ilmuwan kaya yang radikal. Pemahamannya mengenai alam raya dan manusia menjadikan mereka
berkesimpulan bahwa manusia sebagai sumber penyakit di dunia, sumber kerusakan
di muka bumi yang harus dihabisi jika tak ingin terjadi kiamat datang lebih
cepat.
Mereka memiliki pemikiran bahwa hari akhir
kiamat bukan disebabkan oleh maksiat-maksiat yang berurusan dengan moralitas
seperti homo seksual, lesbian dan sejenisnya sebagaimana ajaran sebagian besar
agama (i agree) tapi kemaksiatan yang merusak ekosistem lah yang akan
menyebankan dunia cepat berakhir. tanda-tanda kiamat bukan diwujudkan dengan
kedatangan Dajjal, Yakjuj Makjuj, Imam Mahdi dan lain-lain karena secara empirik
susah dibuktikan. Sedang kerakusan manusia yang mengeksploiasi alam dan
menghabisi spesies makhluk hidup di dunia adalah benar adanya.
Senjata yang digunakan untuk memusnahkan
adalah berupa virus yang dapat menebar melalui udara. Manusia yang akan disisakan
dalam proses pemusnahan adalah orang-orang kaya dan penguasa. Bahkan Valentine
dalam Kingsman menyebutkan bahwa kelak jika idenya berhasil, dirinya bisa
menobatkan diri sebagai nabi, sang penyelamat eksistensi umat manusia
sebagaimana Nuh. Sebab dia lah yang bisa menciptakan buku sejarah bersama
pengikutnya. Kalau perlu kitab suci yang diajarkan kepada generasi berikutnya.
Upaya mereka gagal karena ada pahlawan yang
melawan penjahat international itu dengan ‘karamah’ yang dimiliki. Dalam
Kingsman ada pemuda tangguh bernama Eggsy. Dalam Inferno ada Ilmuwan cerdas
Robert Langdon dan dalam Ghost Protocol ada agen jenius dan kuat Ethun Hunt.
Di Indonesia ini, penjahat-penjahat itu ada
dan banyak jumlahnya. Wujudnya bisa jadi koruptor, bandar narkoba, dan pengusaha
jahat yang rakus baik penduduk Indonesia maupun orang asing. Lalu siapakah
pahlawannya? Dengan karamah apa untuk melawannya?
Begitulah kesimpulan setelah nonton Inferno
tadi. Ada satu hal yang membuaku tersiksa. Adalah tokoh Sienna. Entah mengapa
dalam beberapa adegan, dia mengingatkanku padamu. Sementara kau tak ada di
sisiku. Ambyarlah aku.
Sunday, October 16, 2016
Manusia, Sains dan Kiamat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment