8 Mei 2016
Adanya gerakan ini akan menumbuhkan kesadaran baru untuk
mengaji. Bahwa mengaji adalah membaca. Dan yang dibaca adalah al-Qur'an. Kelak,
setelah dibaca harus dipahami lalu
diamalkan. Aku salut buat Cak Imin inisiator Nusantara Mengaji. Di saat di
banyak tempat jarang yang mengaji.
Tapi, aku yakin yang non PKB
atau non NU masih pikir-pikir ajakan mengaji ini. Di sinilah kemudian diketahui
dalam berislam, masyarakat NKRI ini masih melihat-lihat golongan. Aku sendiri
bukan PKB juga bukan NU. Tapi respek dengan program ini. Apalagi program ini
free, gratis. Beda dengan programnya YM yang wisuda apalah-apalah itu.
Harapanku adanya program ini adalah munculnya kesadaran untuk
kembali mendalami Qur'an dimulai dengan mendalami cara membacanya dengan benar.
Jika sudah paham baru belajar nahwu, saraf dan perangkat lain untuk memahami.
Disadari atau
tidak, sebagian umat masih salah membaca qur'an. Tapi sudah berani menyalahkan
orang, menganggap sesat hanya dengan modal terjemahan dan pengetahuan dr forum
'emperan masjid'. Ini penyakit. Harus disadarkan.
No comments:
Post a Comment