Aku pernah kritik langsung ke seorang habib mengenai majelis-majelisnya.
Sederhana saja, jamaah majlis tersebut pasca ngaji meninggalkan sampah
dimana-mana. Untuk hal yang sekecil itu saja ndak bisa diperbarui lalu berharap
yang lebih besar?
Di wilayah Mataraman (Blitar,
Tulungagung, Kediri, Trenggalek) banyak majlis-majlis. Kalau pas acara, yang
hadir membeludak. Begitu juga sampahnya. Tapi masjid dan musholla, sepi pas
jamaah.
Kesimpulan sementara,
religiusitas di sini adalah bentuknya umbul-umbul, majlis-majlis, seragam, kostum dan sejenisnya. Jangan
harap kerja ilmiah seperti penelitian, penemuan, diskusi ilmiah akan dianggap
sebagai bagian dari agama.
10 Mei 2016
No comments:
Post a Comment