Seiring berjalannya waktu, kualami sebuah perubahan niat dalam menulis. Niat suci itu tergrus oleh keinginan untuk populer. Parahnya orientasi bisnis dengan menulis pun muncul. Lebih baik tak usah menulis jika hanya untuk niat yang rendah itu. Ada banyak penulis dengan genre masing-masing. Mereka lebih ahli dari pada aku. kalau aku yang baru memulai menulis lalu menginginkan hal demikian, bukankah itu sama saja dengan membunuh diriku secara perlahan. Bis-bisa aku terobsesi menjadi penulis besar dan meninggalkan hal lain yang sifatnya lebih besar yakni pengabdian. Tadi pagi aku menyetorkan skripsi Bab I kepada pembimbing di tengah ketidaksetujuanku dalam penulisan skripsi. Jika dinilai secara negatif, skripsi tak lebih bermanfaat dibanding novel bahkan cerpen sekalipun. Cerpen bisa dbaca banyak orang, menginspirasi banyak orang sementara skripsi hanya akan menjadi koleksi tak berharga dalam perpustakaan. Besok aku berangkat ke Ngawi dilanjut ke Ponorogo untuk melaksanakan pelatihan bersama teman-teman Farabi Institute. Kedua tempat itu kan menjadi tempat keenam dan ketujuh yang pernah kami kunjungi selama pelatihan. Mudah-mudahan berjalan lancar.
No comments:
Post a Comment