Tuesday, November 2, 2010

Dalam dinamika sejarah bangsa Indonesia, ternyata pembangunan tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar (teoritis), tetapi juga membutuhkan orang-orang terampil dalam mengamalkan ilmunya. Sehingga sebagai insane perguruan tinggi diharapkan mampu untuk mengkaji dan memproses ilmu pengetahuan serta bertanggung jawab atas peningkatan kualitas dan kemaslahatan bangsa dan Negara.
Adanya krisis multi dimensional yang melanda bangsa kita ternyata membawa kesadaran baru bagi kita semua, bahwa fondasi kebangsaan yang selama ini kita bangun ternyata sangat kropos dan rapuh sehingga sangat mudah terombang-ambingkan badai perubahan zaman.
Salah satu elemen penting dalam proses pendewasaan bangsa adalah sosok mahasiswa sebagai kaum intelektual dan kaum pergerakan. Kemerdekaan bangsa yang kita nikmati selama ini tidak lepas dari peran mahasiswa. Perannya sangat diharapkan mewarnai langsung di tengah-tengah masyarakat maupun secara tidak langsung, yakni dengan merekonstruksi sistem yang telah merugikan masyarakat luas menjadi a good system yang dicita-citakan.
Melihat begitu pentingnya peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik itu sebagai agen perubahan maupun sebagai centra of examlary (pusat teladan) maka kita harus berusaha menciptakan sebuah formulasi dalam menciptakan kader-kader menjadi manusia sosial sekaligus relegius. Manusia yang tidak akan tinggal diam ketika melihat moralitas bangsa yang semakin lama semakin hancur. Moralitas disini dapat disimpulkan sebagai satu-satunya problem bangsa di Indonesia (the only problem of Indonesia), apabila bangsa Indonesia memiliki moralitas sebagaimana yang dicita-citakan, maka kesejahteraan, ketentraman, dan kedamaian dengan sendirinya akan kita raih.
Tidaklah pantas jika mahasiswa merasa berada di titik aman, ketika dia bisa melakukan rutinitas akademik dan mendapat nilai baik. Karena jika dibiarkan demikian, ciri khas mahasiswa yang kritis hanya akan terbengkalai. Gerakan-gerakan para pendahulu kita patut kita contoh. Rasa nasionalismenya mampu membangun kemerdekaan yang telah lama diidam-idamkan bangsa. Maka sebagai solusi untuk meminimalisir dampak buruk dari situasi tersebut mahasiswa harus bisa bersikap dan berperilaku yang cenderung pada kebenaran, obyektif rasional, progresif, demokratis serta kritis tanpa anarkis.

No comments:

Post a Comment