Saturday, October 17, 2009

PENANGGALAN CHINA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masyarakat Tiongkok di daratan pada awalnya adalah masyarakat agraris yang kehidupannya sangat tergantung pada iklim dan kesuburan tanah. Daratan Tiongkok memiliki 4 macam iklim yang berbeda (musim Semi, Panas, Gugur dan Dingin), maka para petani sangat mengandalkan pengetahuan iklim untuk melakukan rutinitas pertanian, dan para nelayan yang hidup disepanjang pantai serta pelayaran perlu mengetahui keadaan cuaca dengan benar pula, kebutuhan kehidupan inilah yang mendesak manusia untuk memiliki pengetahuan tentang perubahan iklim dan menjadi sangat vital. Atas dasar itulah akhirnya para ahli astronomi kuno membuat penetapan kalender yang masyhur dengan nama kalender Imlek.

Kalender ini pertama kali dikembangkan satu milenium sebelum masehi. Legenda menyebutkan pertama kali ditemukan pada kekaisaran Yellow (Huang Di) dan ditambahkan sistem kabisat pada zaman Dinasti Yao.

Kalendar Cina atau kalender imlek menggunakan sistem penanggalan luni solar, yaitu sistem penanggalan yang didasarkan pada pergerakan bulan dan Matahari semu dalam mengelilingi Bumi. Kalender ini selain digunakan sebagai penanda harian juga digunakan untuk perayaan tertentu terhadap musim seperti misalnya Perayaan Tahun Baru sebagai awal musim semi.

Di negara Cina sekarang, kalendar China hanya digunakan untuk menandai perayaan orang Cina, seperti Tahun Baru China, perayaan Duan Wu, dan Perayaan Kuih Bulan. Begitu juga dalam bidang astrologi, seperti memilih tahun yang sesuai untuk melangsungkan perkawinan atau meresmikan pembukaan bangunan baru. Sementara itu, untuk kegiatan harian, masyarakat Cina mengacu kepada hitungan kalender masehi.

B. Rumusan Masalah

Beberapa hal yang akan dibahas dalam makalah kali ini adalah sebagai berikut:

1. Definisi Kalender China

2. Sejarah Sistem Penanggalan China

3. Sistem Perhitungan Penanggalan China

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi kalender China

Im-Lek (dialek Hokkian/Yin Li bahasa Mandarin) masing-masing Im (Yin) dari Im Yang (Negatif & positif), suatu paham yang meyakinkan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, selalu mengandung dua macam elemen/sifat yang saling berlawanan, namun juga saling menyeimbangi, sama halnya dengan Bumi yang diseimbangi antara Bulan (Malam, Gelap dan Dingin) dan Matahari (Pagi, Terang dan Panas). Lek (li) berarti penanggalan penunjuk hari, bulan dan tahun.

Kalender Imlek merupakan penanggalan atau almanak bagi suatu bangsa (etnis) yang berdomisili di daratan Tiongkok (China) bagian tengah dan timur, terutama adalah suku Han dan beberapa suku lain yang merupakan mayoritas bangsa tersebut

Dalam bahasa Mandarin Kalender China disebut Yin Yang Li[1] yang berarti Penanggalan Bulan-Matahari (Lunisolar Calendar). Ada juga yang menyebutnya Tarikh Imlik. Sebagian lagi menyebutnya kalender Khongcu Lik/ Tarikh Khongcu atau tarikh bulan, karena berdasarkan perhitungan lama bulan mengitari bumi yaitu 29,5 hari. Tarikh ini memang bukan tarikh bulan murni karena disamping berdasarkan peredaran bulan dicocokkan pula dengan peredaran musim yang dipengaruhi letak matahari. Sehingga penanggalan ini dapat digunakan untuk menentukan bulan baru dan purnama, dapat juga untuk menentukan peredaran musim, maka disebut juga Im Yang Lik (Luni Solar Calender).

Sama dengan penanggalan Hijriah bagi bangsa-bangsa Arab yang berada di Timur Tengah, atau penanggalan Masehi bagi bangsa-bangsa Eropa dan lain sebagainya. Penanggalan-penanggalan tersebut tidak dihasilkan dari suatu eksperimen atau penemuan yang didapatkan oleh seorang atau sekelompok ilmuan pada suatu tempat atau ruang serta dalam kurun waktu yang tertentu, tetapi adalah hasil dari pengamatan, pencatatan, pembahasan dan perbaikan-perbaikan yang berlangsung didalam masa ke masa selama berabad-abad, bahkan ribuan tahun lamanya oleh suatu bangsa karena geografis, kebutuhan hidup, perabadan dan kebudayaan dari kelompok tersebut.

B. Sejarah kalender China

Kalender ini pertama kali dikembangkan satu milenium sebelum masehi. Legenda menyebutkan kalendar Cina berkembang sejak tahun ketiga sebelum masehi. Para ahli menyepakati bahwa kalendar Cina sebagai patokan penanggalan yang paling lama digunakan di dunia. Kalendar ini adalah ciptaan pemerintah Huang Di atau Maharaja Kuning yang memerintah sekitar 2698-2599 SM dan baru ditambahkan sistem kabisat pada zaman dinasti Yao.

Bukti arkeologi terawal mengenai kalendar Cina ditemukan pada selembar naskah kuno yang diyakini berasal dari tahun kedua sebelum masehi atau pada masa Dinasti Shang berkuasa. Pada masanya, dipaparkan tahun luni solar yang lazimnya 12 bulan, namun kadang-kadang ada pula bulan ke-13, bahkan bulan ke-14. Penambahan bilangan bulan dalam tahun kalendar memastikan peristiwa tahun baru tetap dilangsungkan dalam satu musim saja, sebagaimana kalender masehi meletakkan satu hari tambahan pada bulan Februari setiap empat tahun.

Dalam proses penetapan kalender yang panjang itu para ahli astronomi Tiongkok kuno pada akhirnya menetapkan 12 tahun Imlek dalam 1 siklus. Astrologi Tiongkok (salah satunya kita kenal sebagi Shio) jauh lebih rumit dari sistem astrologi Barat, ada 12 binatang yang menjadi simbol astrologi serta 5 macam unsur materi. Jika digabungkan bisa menjadi 60 kombinasi. Kedua belas binatang tersebut adalah Tikus, Sapi, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi, serta kelima unsur materinya adalah Kayu, Api, Tanah, Emas (atau Besi) dan Air.

Mengingat proses penetapan yang sangat panjang itu, maka terjadi banyak versi tentang penghitungan tahun Imlek yang beredar di masyarakat Tiongkok kala itu. Setiap dinasti yang berkuasa selalu menetapkan berdirinya dinasti tersebut sebagai tahun baru pertama dan seterusnya. Perbedaan penetapan tahun baru inilah yang menyebabkan perbedaan penanggalan pada tiap-tiap dinasti.

Dinasti He menetapkan tahun barunya pada saat Kian Len (saat kejadian manusia), Cia Gwee seperti yang dipakai hingga saat ini. Sedangkan Dinasti Len (1766 – 1122 SM) menetapkan saat Kian Thio (saat kejadian bumi) yaitu satu Cap Ji Gwee yang sekarang ini. Dan Dinasti Ciu menetapkan pada saat Kian Ciu (saat kejadian langit) yaitu bulan baru Cap It Gwee atau tepatnya pada saat Tang Ce (22 Desember, Tarikh Masehi).[2]

Dalam penghidupan rakyat jelata zaman dahulu, penetapan tahun baru memegang peranan penting, karena penetapan itu menjadi pedoman mereka untuk menyiapkan pekerjaan tahun mendatang.

Pada zaman kuno tersebut, tidak ada catatan penanggalan yang dimiliki oleh rakyat sendiri, karena tidak ada alat-alat tulis seperti sekarang. Mereka menanti saat-saat tahun baru dari petugas kerajaan. Hal itu dapat dilihat pada kitab Su King bagian kitab Dinasti He. Disana tertulis ”tiap tahun pada saat datang permulaan musim semi (Bing Cun) diperintahkanlah orang dengan membawa genta logam (Bok Tok) yang dipukul dengan kayu berjalan sepanjang jalan.”

Sebagaimana kita ketahui Dinasti He menetapkan tahun barunya pada saat menjelang musim semi, maka utusannya akan dikirim pada saat itu pula. Sedangkan Dinasti Len atau Siang menetapkan tahun barunya pada akhir musim dingin (Kwi Tang).

Sedangkan Dinasti Ciu menetapkan tahun barunya pada pertengahan musim dingin atau Tiong Tang, mereka akan mengutus wakilnya pada bulan yang sesuai dengan penetapannya.

Sehingga dapat kita ketahui bahwa Dinasti He lebih bijaksana dalam menetapkan tahun barunya, karena bertepatan dengan persiapan pekerjaan untuk tahun yang akan datang. Sedangkan Dinasti Len dan Ciu, rakyat masih harus melewatkan musim dingin untuk menanti satu atau dua bulan.

Pada tahun 104 SM sistem penanggalan yang disabdakan oleh Nabi Khongcu yaitu menggunakan sistem penanggalan Dinasti He diresmikan sebagai penanggalan negara. Begitu juga agama Khonghucu dijadikan agama negara.

Demikian sistem penanggalan Dinasti Han tetap digunakan mulai Dinasti Han dan dilanjutkan terus sampai Dinasti Manchu/ Bwan Ciu (1911 M).

Demikianlah penggunaan sistem penanggalan Dinasti He menjadi suatu lambang kemenangan perjuangan dan semangat umat Khonghucu dalam mengembangkan agama Khonghucu.

Ketika republik Tiongkok diproklamirkan, sistem penanggalan resmi diubah menjadi Yong Lik. Sampai sekarang penanggalan Khongcu Lik tetap digunakan di beberapa negara di Asia., termasuk perayaan tahun baru Imlik, hanya berbeda nama untuk masing-masing negara.

Di negara Cina sekarang, kalendar China hanya digunakan untuk menandai perayaan orang Cina, seperti Tahun Baru China, perayaan Duan Wu, dan Perayaan Kuih Bulan. Begitu juga dalam bidang astrologi, seperti memilih tahun yang sesuai untuk melangsungkan perkawinan atau meresmikan pembukaan bangunan baru. Sementara itu, untuk kegiatan harian, masyarakat Cina mengacu kepada hitungan kalender masehi.

C. Sistem perhitungan penanggalan China[3]:

Adanya perkembangan dalam ilmu Astronomi modern dimana tahun matahari (Yang Lik) yang perhitungannya berdasarkan pada bumi mengelilingi matahari maka cara menyeimbangkan tahun matahari (Yang Lik) dan tahun bulan (Im Lik)adalah dengan rumus

19 tahun matahari = 19 tahun + 7 bulan lunar

Dengan demikian dalam kurun waktu 19 tahun solar terdapat tujuh kali bulan sisipan lunar (Adhikamasa). Cara mengisi bulan sisipan ini antara penanggalan Budhis berbeda dengan penanggalan Im Lik, terutama berbeda pada bulan apa bulan sisipan/ daur tahun kabisat lunar (Lun Gwee) atau biasa dikenal Leap Month.[4], itu diletakkan.

Berikut ini adalah bula sisipan lunar (lun gwee) jatuh pada tahun berapa:

1987 bulan 6 Im Lik 2006 bulan 7 Im Lik

1990 bulan 5 Im Lik 2009 bulan 5 Im Lik

1993 bulan 3 Im Lik 2012 bulan 4 Im Lik

1995 bulan 8 Im Lik 2014 bulan 9 Im Lik

1998 bulan 5 Im Lik 2017 bulan 6 Im Lik

2001 bulan 4 Im Lik 2020 bulan 4 Im Lik

2004 bulan 2 Im Lik 2023 bulan 2 Im Lik

DAUR 19 TAHUN DAN SISIPANNYA

Tahun

Jumlah Tahun

Dari- sampai

Ekstra 1 bulan

Ke 1 – 3

Ke 4 – 6

Ke 7 – 9

Ke 10 – 11

Ke 12 – 14

Ke 15 – 17

Ke 18 – 19

3 tahun

3 tahun

3 tahun

2 tahun

3 tahun

3 tahun

2 tahun

1967 – 1969

1970 – 1972

1973 – 1975

1976 – 1977

1978 – 1980

1981 – 1983

1984 – 1985

1969

1972

1975

1977

1980

1983

1985

Daur ke – 1

19 tahun

19 tahun

7 bulan

Ke 1 – 3

Ke 4 – 6

Ke 7 – 9

Ke 10 – 11

Ke 12 – 14

Ke 15 – 17

Ke 18 – 19

3 tahun

3 tahun

3 tahun

2 tahun

3 tahun

3 tahun

2 tahun

1986 – 1988

1989 – 1991

1992 – 1994

1995 – 1996

1997 – 1999

2000 – 2002

2003 – 2004

1988

1991

1994

1996

1999

2002

2004

Daur ke – 2

19 tahun

19 tahun

7 bulan

Ke 1 – 3

Ke 4 – 6

Ke 7 – 9

Ke 10 – 11

Ke 12 – 14

Ke 15 – 17

Ke 18 – 19

3 tahun

3 tahun

3 tahun

2 tahun

3 tahun

3 tahun

2 tahun

2005 – 2007

2008 – 2010

2011 – 2013

2014 – 2015

2016 – 2018

2019 – 2021

2022 – 2023

2007

2010

2013

2015

2018

2021

2023

Daur ke – 3

19 tahun

19 tahun

7 bulan

Tahun Baru Imlik, Cap Go Meh, dan Lun Imlik

Tahun

Tahun Baru Imlik

Cap Go Meh

Lun Imlik

1986

09 Februari

23 Februari


1987

29 Januari

12 Februari

Bulan 6

1988

17 Februari

02 Maret


1989

27 Januari

10 Februari

Bulan 5

1990

15 Februari

01 Maret


1991

04 Februari

18 Februari


1992

23 Januari

06 Februari

Bulan 3

1993

10 Februari

24 Februari


1994

31 Januari

14 Februari

Bulan 8

1995

19 Februari

04 Maret


1996

07 Februari

21 Februari


1997

28 Januari

11 Februari

Bulan 5

1998

16 Februari

02 Maret


1999

05 Februari

19 Februari


2000

24 Januari

07 Februari

Bulan 4

2001

12 Februari

26 Februari


2002

01 Februari

15 Februari


2003

22 Januari

05 Februari

Bulan 2

2004

09 Februari

23 Februari


2005

29 Januari

12 Februari

Bulan 7

2007

18 Februari

04 Maret


2008

07 Februari

21 Februari


2009

26 Januari

09 Februari

Bulan 5

2010

14 Februari

28 Februari


2011

03 Februari

17 Februari


2012

23 Januari

06 Februari

Bulan 4

2013

10 Februari

24 Februari


2014

31 Januari

14 Februari

Bulan 9

2015

19 Februari

05 Maret


2016

08 Februari

22 Februari


2017

28 Januari

11 Februari

Bulan 6

2018

16 Februari

02 Maret


2019

05 Februari

19 Februari


2020

25 Januari

08 Februari

Bulan 4

2021

12 Februari

26 Februari


2022

01 Februari

15 Februari


2023

22 Januari

05 Februari

Bulan 2

2024

10 Februari

24 Februari


2025

29 Januari

12 Februari

Bulan 6

2026

17 Februari

03 Maret


Dengan adanya bulan sisipan ini/ Lun Gwee/ Leap Month maka tahun baru Imlek tidak akan bergerak maju terus-menerus. Berbeda dengan tarikh Hijriyah yang murni menggunakan penanggalan bulan

Nama asli kalender ini adalah He Lik atau Tarikh Dinasti He, disebut He Lik karena Dinasti He (2205-1766 SM) adalah yang pertama kali menggunakan kalender ini. Nama lainnya adalah Long Lik artinya penangglan petani karena perhitungan tahun barunya dimulai saat menjelang musim semi dan perhitungan musimnya cocok untuk petani.

1. TARIKH KHONGCU

  1. Perhitungan Berdasarkan Batang Langit.

Batang langit atau Thian Kan jumlahnya 10 dengan memakai nama arah tempat di sekitar alam raya, yaitu sepuluh penjuru:

ka = barat

it = tenggara

pia = selatan

ting = barat laut

Bauw = atas

kie = bawah

ke = barat

sin = barat daya

jim = utara

kui = timur laut

  1. Perhitungan Tahun Berdasarkan Cabang Bumi

Cabang bumi atau Tee Ci berjumlah 12 dengan menggunakan nama bintang- bintang/ planet dalam astrologi menurut garis edarnya yang mengelilingi matahari. Dalam ilmu perbintangan 12 tempat itu dihubungkan dengan nama-nama binatang dalam Shio yaitu tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing, dan babi. [5]

  1. Perhitungan Tahun Berdasarkan Permutasi

Yaitu dengan menggabungkan Thian Kan dan Tee Ci akan memperoleh 60 urutan yang dapat dipakai sebagai notasi tahun. Permutasi dapat juga dipakai sebagai notasi bulan, hari, dan saat (sie).

Pergantian tahun terjadi pada saat tahun baru, yang selalu jatuh pada tanggal 1 bulan 1, yaitu pada saat Tilem, sekitar Liep Chun (awal musim semi, tanggal 4 Februari).

2. PERHITUNGAN BULAN

Tiap tahun terbagi atas 12 bulan, yang dinyatakan dengan urutan 1 sampai 12, untuk nama tiap bulannya, terdapat cara pemberian nama menurut urutan cabang bumi tetapi cara notasi yang demikian tidak lazim digunakan.

Tiap bulan lamanya 29 atau 30 hari, hal ini sesuai dengan waktu bulan mengelilingi bumi yang lamanya 29 ½ hari. Pergantian bulan terjadi pada saat Tilem dan pertengahan bulan (tanggal 15 Khongcu Lik) adalah bulan purnama.

Nama-nama bulan pada penanggalan China yaitu sebagai berikut.

1. Cu : bulan 11, Cap It Gwee

2. Thio : bulan 12, Cap Ji Gwee

3. In : bulan 1, Cia Gwee

4. Bauw : bulan 2, Ji Gwee

5. Sin : bulan 3, Sa Gwee

6. Ci : bulan 4, Si Gwee

7. Ngo : bulan 5, Go Gwee

8. Bie : bulan 6, Lak Gwee

9. Sin : bulan 7, Jit Gwee

10. Yu : bulan 8, Pik Gwee

11. Sut : bulan 9, Kauw Gwee

12. Hay : bulan 10, Cap Gwee

Seperti yang telah dibahas di atas bahwa pada penanggalan Imlik terdapat bulan sisip/ ulang/ Lun Gwee yang terjadi seolah-olah karena penanggalan Imlik yang lamanya 354 hari agar dapat berjalan secara seimbang dengan penanggalan masehi. Maka dalam waktu 3 bulan harus ditambah 1 bulan yang dikenal dengan nama bulan sisip atau Lun Gwee (Leap Month). Pendapat ini tidak benar, Lun Gwee bukanlah penyesuaian penanggalan Imlik terhadap penanggalan Masehi melainkan penyesuaian perputaran bumi mengelilingi matahari.

3. PERHITUNGAN HARI

Pada penanggalan Khongcu Lik tidak dikenal dengan adanya pembagian hari dalam tiap minggu seperti tarikh Masehi. Melainkan pembagian hari menurut Hou/ pasaran yang terdiri atas 5 hari. Hou adalah unit pembagian hari terkecil. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam satu hari terdapat 12 Sie, 1 Sie = 2 jam; sehingga 60 Sie (atau 5 hari = 1 Hou; dan 3 Hou atau 5 hari = satu ciat (hari) dan berselang 3 Hou lagi adalah satu Khi. Pembagian Ciat atau Khi menurut peredaran bumi terhadap matahari, sehingga baik Ciat maupun Khi adalah sesuai dengan peredaran matahari.

Tiap bulan memiliki satu Ciat dan satu Khi, kecuali bulan ulang (Lun Gwee) yang hanya memiliki Ciat tanpa Khi. Maka pembagian Ciat dan Khi juga disebut sebagai pembagian atas pedoman peredaran matahari. Ciat dan Khi dianggap sebagai hari besar atau patokan iklim atau peredaran matahari, sepanjang jalan lintas garis khatulistiwa hingga garis balik 23,5o lintang selatan. Sehingga dalam setahun terbagi atas 24 Ciat dan Khi. Ke-24 patokan tersebut sifatnya lebih stabil, karena menurut perhitungan perputaran bumi mengeilingi matahari relatif tidak berubah, karena hanya terjadi pergeseran maju mundur satu hari untuk penyesuaian dengan keadaan yang sesungguhnya, misalnya hari Ching Bing (Sadranan) yang biasanya jatuh pada tanggal 5 April, karena tahun kabisat dengan bulan Februari terdiri atas 29 hari, maka hari Ching Bing untuk tahun yang bersangkutan akan jatuh pada tanggal 4 April.

Jarak antara satu Ciat dengan Ciat lainnya adalah 30 hari.demikian pula jarak antara satu satu Khi dengan Khi lainnya juga 30 hari. Letak Ciat dan Khi adalah berselang, dengan demikian jarak antara Ciat dan Khi adalah 15 atau 16 hari.

Pembagian Ciat dalam setahun terdiri atas 12, yaitu:

1. Liep Chun : Awal Musim Semi, 4 Februari.

2. King Ciap : Guntur Musim Semi, 6 Maret

3. Ching Bing : Terang dan Bersih; 5 April

4. Liep He : Awal Musim Panas; 5 atau 6 Mei.

5. Bong Ciong : Masa Panen Raya; 6 Juni

6. Siau Si : Panas Sedikit; 7 atau 8 Juli

7. Liep Chiu : Awal Musim Gugur; 8 Agustus

8. Pik Lou : Embun Banyak; 8 September

9. Han Lou : Embun Dingin; 8 atau 9 Oktober

10. Liep Tong : Awal Musim Dingin; 7 atau 8 November

11. Tai Swat : Hujan Es Besar/ Menyeluruh; 7 atau 8 Desember

12. Siau Han : Dingin Sebagian; 5 atau 6 Januari

Pembagian Khi dalam setahun terbagi menjadi 12 yaitu:

1. I Swi : Hujan Musim Semi; 19 Februari

2. Chun Hun : Pertengahan Musim Semi; 21 Maret

3. Kok I : Hujan Terakhir; 20 atau 21 April

4. Siau Boan : Panen Sebagian; 21 atau 22 Mei

5. He Cik : Puncak atau Pertengahan Musim Panas; 21 atau 22 Juni

6. Tai Si : Panas Menyeluruh: 22 atau 23 Juli

7. Chi Shi : Panas Lenyap; 23 atau 24 Agustus

8. Chiu Hun : Pertengahan Musim Gugur; 23 atau 24 September

9. Song Kang : Hujan Salju; 23 atau 24 Oktober.

10. Siau Swat : Hujan Es Sebagian; 22 atau 23 November

11. Tang Cik :Tengah Musim Dingin; 22 Desember

12. Tai Han : Dingin Menyeluruh; 20 atau 21 Januari

Dari 12 Khi (pedoman peredaran matahari) tersebut, terdapat 4 Khi yang sangat penting dan merupakan hari yang langsung menyatakan Titik Balik Matahari:

  1. Chun Hun

Pertengahan Musim Semi; 21 Maret, pada saat ini matahari berada di garis khatuistiwa Lintang 0o, disebut pula Spring Soltice, titik balik matahari pada musim semi.

  1. He Cik

Puncak atau Pertengahan Musim Panas; 21 atau 22 Juni, pada saat ini matahari berada pada garis balik 23 ½o Lingtang Utara, disebut juga Summer Soltice, titik balik matahari pada musim panas.

  1. Chiu Hun

Pertengahan Musim Gugur; 23 atau 24 September. Pada saat ini matahari kembali ke garis khatulistiwa atau garis lintang 0o , disebut juga Autumn Soltic; titik lintasan matahari pada musim gugur.

  1. Tang Cik

Pertengahan Tengah Musim Dingin; 22 Desember. Pada saat ini matahari berada pada 23 ½o Lintang Selatan. Sehingga pada daerah subtropis utara bermusim dingin dan matahari lewat saat tersebut berangsur-angsur berkurang oleh karena itu disebut Tang Cik atau tengah musim dingin, dinamai pula Winter Soltice, titik balik matahari pada musim dingin.

Adanya 12 Khi diatas membuktikan bahwa Khongcu Lik berdasarkan pada perhitungan peredaran matahari sehingga kurang tepat jika ada yang beranggapan bahwa penanggalan Imlik hanya pada peredaran bulan.

4. PEMBAGIAN MUSIM

Berdasarkan titik pandang pada iklim subtropis bagian utara maka pembagian musim dalam setahun dapat dibagi atas 4 musim.

a. Musim Semi

Dimulai sejak tanggal 4 Februari (Liep Chun), sampai Kok Hi tanggal 20 April.

b. Musim Panas

Dimulai sejak tanggal 5 Mei (Liep He), sampai Tai Si tanggal 23 Juli.

c. Musim Gugur

Dimulai sejak tanggal 7 Agustus (Liep Chiu) sampai Sing Kang; Hujan Salju, 23 Oktober.

d. Musim Dingin

Dimulai sejak tanggal 7 November (Liep Tong) sampai dengan saat Tai Han; Dingin Menyeluruh tanggal 20 januari.

Jarak antara musim semi dengan musim yang lain adalah sekitar 15 hari, yang juga dikenal dengan masa peralihan sehingga tiap musim berikut masa peralihan akan terdiri atas 91 atau 92 hari. Dengan kata lain tiap musim lamanya 3 bulan terdiri atas peredaran bumi yang mengelilingi matahari serta peredaran matahari yang melintasi garis khatulistiwa atau lintang 0o maupun saat matahari pada garis lintang 23 ½ o Lintang Utara yang dikenal dengan istilah garis balik utara dan 23 ½ o Lintang Selatan.

5. PERHITUNGAN SAAT (SIE)

Perhitungan ini juga menggunakan Thian Kan dari Tee Ci yang berjumlah 60, tapi untuk mempermudah perhitungan Thian Kan jarang dipakai, hanya Tee Ci yang sering dipakai.

Satu hari (24 jam) dibagi menjadi 12 saat (Sie) dengan memakai nama 12 shio. Tiap saat atau Sie yang lamanya 2 jam dibagi menjadi 3 x 40 menit.

Ke-12 bagian waktu/ sie adalah sebagiai berikut:

a. Cu Si : jam 23.00 – 01.00

b. Thio Si : jam 01.00 – 03.00

c. In Si : jam 03.00 – 05.00

d. Bauw Si : jam 05.00 – 07.00

e. Sin Si : jam 07.00 – 09.00

f. Ci Si : jam 09.00 – 11.00

g. Ngo Si : jam 11.00 – 13.00

h. Bi Si : jam 13.00 – 15.00

i. Sien Si : jam 15.00 – 17.00

j. Yu Si : jam 17.00 – 19.00

k. Sut Si : jam 19.00 – 21.00

l. Hay Si : jam 21.00 – 23.00

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Selain kalender Hijriah, penanggalan Masehi dan kalender Saka, sebagian masyarakat Indonesia juga menggunakan kalender China. Indonesia tergolong tempat kedatangan imigran dari daratan Tiongkok yang terbesar di seluruh dunia, sejak abad VII, para saudagar dari daratan Tiongkok berdatangan ke Nusantara, mereka disamping melakukan perdagangan dengan penduduk setempat, juga melakukan penyebaran agama yang dianutnya, dari agama Hindu, Budha sampai agama Islam, sebagian mereka akhirnya tinggal dan menetap disini Kalendar ini hanya digunakan untuk menandai perayaan orang China, seperti Tahun Baru China, perayaan Duan Wu, dan Perayaan Kuih Bulan.

Seperti halnya kalender Saka, kalendar Cina juga menggunakan sistem penanggalan luni solar yang didasarkan pada pergerakan bulan dan Matahari semu dalam mengelilingi Bumi.

Menurut legenda, kalendar Cina berkembang sejak tahun ketiga sebelum masehi. Para ahli menyepakati bahwa kalendar Cina sebagai patokan penanggalan yang paling lama digunakan di dunia. Kalendar ini adalah ciptaan pemerintah Huang Di atau Maharaja Kuning yang memerintah sekitar 2698-2599 SM.

Dengan demikian penanggalan apapun yang dipergunakan di muka bumi ini, merupakan pemanfaatan alam semesta ciptaan Tuhan sebagai dasar untuk suatu kepentingan kehidupan manusia, dan tidak berkaitan dengan ritual ketuhanan, religius atau agama yang ada dan diyakini manusia sejak sekitar 2000 tahun yang lalu.

B. Kalam Akhir

Begitu luas dan uniknya ilmu yang ada di dunia ini. Jika dilihat sekilas kalender adalah persoalan yang sudah gamblang dan pengkajiannya tidaklah sulit. Namun setelah menyajikan dengan ringkas makalah yang berjudul kalender China ini penulis merasa betapa rumit dan kompleksnya ilmu penanggalan.

Andaikata penulis mampu membuat makalah ini dengan pedoman langsung dari sumber utama dengan kata lain tidak hanya dari literatur Indonesia, kemungkinan besar pembahasan tentang kalender China akan semakin menarik dan semakin luas.

Namun segala puji bagi Allah karena dengan kemampuan yang terbatas ini, penulis masih bisa membuat karya ringkas yang membutuhkan beberapa kritik dan saran dari para pembaca yang budiman.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Winarso, Hendrik, Mengenal Hari Raya Konfusiani, Semarang: Efektif & Harmonis, 2000

Saksono, Tono, Mengkompromikan Rukyah & Hisab, Jakarta:Amythas Publicita, 2007.

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0202/15/IPTEK/imle30.htm

http://suryaprima.wetpaint.com/page/Tahun+Baru+China+(Imlek)+:+Sejarah+dan+Mitol gi?t=anon

http://www.gemintang.com/ramalan-nasib-jodoh-masa-depan/shi



[1] http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0202/15/IPTEK/imle30.htm

[2] Dr. Hendrik Agus Winarso, Mengenal Hari Raya Konfusiani, Semarang: Efektif & Harmonis, 2000, hlm. 55

[3] Dr. Hendrik Agus Winarso, ibid , hlm. 27-53

[5] http://www.gemintang.com/ramalan-nasib-jodoh-masa-depan/shio-china/

No comments:

Post a Comment